Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tiga Kondisi Sakit Dan Kaitannya Dengan Tidak Berpuasa Ramadhan

 


Yurifa Iqbal

Dalam fiqih, orang yang sakit tidak serta merta boleh tidak berpuasa Ramadhan. Ada perincian hukum dalam pembahasan ini. 

Secara singkat perincian tersebut dapat kita jumpai di dalam kitab 

تنبيه ذوي الحجا إلى معاني ألفاظ سفينة النجا

pada halaman 283 dimana kitab ini adalah kitab fiqih berdasarkan Madzhab Imam Asy Syafi'i.

قال الشّرقاويّ،: فلِلْمريض ثلاثةُ أحوال

Imam Asy Syarqawi Asy Syafi'i menyampaikan 3 klasifikasi kondisi orang yang sakit.

أولها: المريضُ مرضًا يَسيرًا

Kondisi yang pertama adalah orang sakit yang sakitnya ringan dan tidak berat.

والثاني: المريضُ مرضًا يَخافُ  أي: يتوهّمُ بالصوم حصولَ مشقةٍ شديدة

Kondisi yang kedua adalah orang sakit apabila dia tetap puasa dikhawatirkan atau diduga akan menyebabkan gangguan berat dimana penyakit menjadi bertambah parah.

والثالث: المريضُ مرضًا يتحقَّقُ بالصوم حصولَ مشقةٍ شديدة أو يَغلِبُ على ظنّه ذلك

Kondisi yang ketiga adalah orang sakit yang apabila dia tetap puasa bisa dipastikan menyebabkan gangguan berat serta penyakit menjadi bertambah parah atau diduga kuat menyebabkan gangguan berat dan penyakitnya menjadi semakin parah.

فالأولُ لا يُباحُ له الفِطر

Maka kondisi pertama tidak dibolehkan membatalkan puasa Ramadhan!

والثاني يُباحُ له الفطر

Sedangkan kondisi orang kedua dibolehkan membatalkan puasa Ramadhan.

والثالثُ يَحرمُ عليه الصوم، لكن لو صامَ انعقد صومه

Adapun kondisi orang ketiga maka haram baginya berpuasa Ramadhan! Akan tetapi jika dia tetap berpuasa maka puasanya dihukumi sah.

Demikian pembahasan ringkas terkait hal ini. Semoga bermanfaat.

والله تعالى أعلم بالصواب

Posting Komentar untuk "Tiga Kondisi Sakit Dan Kaitannya Dengan Tidak Berpuasa Ramadhan "