Jilbab Dan Syarat-Syaratnya Menurut Fatwa Lajnah Daimah
Yurifa Iqbal, Lc
Dalam pandangan masyarakat umum bisa jadi ada pemahaman yang menyamakan antara jilbab dan kerudung. Dari keterangan ulama di beberapa kitab dapat kita ketahui bahwa jilbab dan kerudung adalah dua hal yang berbeda. Sederhananya jilbab adalah baju kurung terusan seperti gamis, sedangkan kerudung adalah kain yang digunakan untuk menutup rambut, leher, dan dada.
Dua pakaian dengan jenis jilbab dan kerudung inilah yang wajib dikenakan oleh muslimah ketika keluar rumah, yaitu dalam kehidupan umum.
Syaikh Atha Bin Khalil Abu Rusytah dalam soal jawabnya pernah menyampaikan sebagai berikut :
أما من حيث اللباس الأعلى فلا بد أن يكون لها خمار، أو ما يشبهه أو يقوم مقامه من لباس يغطي جميع الرأس، وجميع الرقبة، وفتحة الثوب على الصدر
Pakaian atas yang wajib dikenakan oleh muslimah ketika keluar rumah atau dalam kehidupan umum adalah kerudung atau yang serupa kerudung atau yang bisa menggantikan kerudung dimana kain kerudung ini dapat menutupi seluruh kepala, seluruh leher dan lubang atas pakaian sampai dada.
Itu tadi terkait dengan kerudung. Adapun tentang jilbab maka dapat kita ketahui dari beberapa keterangan para ulama diantaranya adalah Imam Al Qurthubi, Imam Ibn Hazm, & Fatwa Lajnah Daimah. Berikut nukilannya.
Di dalam kitab
المحلى بالآثار
juz 2 halaman 248 disampaikan :
والجلباب في لغة العرب التي خاطبنا بها رسول الله - ﷺ - هو ما غطى جميع الجسم، لا بعضه
Pengertian jilbab berdasarkan Bahasa Arab dimana Rasulullaah ﷺ menyeru kita umat Islam menggunakan Bahasa Arab adalah pakaian muslimah yang menutupi seluruh tubuh bukan hanya sebagian tubuh.
Kemudian di dalam kitab
تفسير القرطبي = الجامع لأحكام القرآن
juz 14 halaman 243 disampaikan :
قوله تعالى: (من جلابيبهن) الجلابيب جمع جلباب، وهو ثوب أكبر من الخمار. وروي عن ابن عباس وابن مسعود أنه الرداء. وقد قيل: إنه القناع. والصحيح أنه الثوب الذي يستر جميع البدن
Firman Allah Ta'alaa : min jalaabiibihinna. Jalaabiib jamak dari jilbab, yaitu pakaian yang lebih besar daripada kerudung. Diriwayatkan dari Ibn Abbas dan Ibn Mas'ud bahwa jilbab adalah selimut, selendang. Ada juga pendapat yang memaknai jilbab adalah kerudung. Sedangkan pendapat yang benar/shahih jilbab adalah pakaian yang menutupi seluruh badan muslimah.
وفي صحيح مسلم عن أم عطية: قلت: يا رسول الله إحدانا لا يكون لها جلباب؟ قال: (لتلبسها أختها من جلبابها
Dalam Shahih Muslim terdapat hadits Ummu 'Athiyah ketika dia berkata : Ya Rasulullaah, ada salah satu wanita diantara kami yang tidak memiliki jilbab? Lalu Rasulullaah ﷺ merespon : silakan saudarinya memakaikan jilbab miliknya kepada wanita tersebut.
Terakhir, definisi jilbab yang wajib dikenakan oleh muslimah ketika keluar rumah beserta syarat-syaratnya menurut Fatwa Lajnah Daimah dapat kita temui pada link berikut ini :
https://www.islamweb.net/ar/fatwa/153269/%D8%A7%D9%84%D8%B4%D8%B1%D9%88%D8%B7-%D8%A7%D9%84%D9%88%D8%A7%D8%AC%D8%A8-%D8%AA%D9%88%D8%A7%D9%81%D8%B1%D9%87%D8%A7-%D9%81%D9%8A-%D8%A7%D9%84%D8%B9%D8%A8%D8%A7%D8%A1%D8%A9-%D8%A7%D9%84%D8%AA%D9%8A-%D8%AA%D9%84%D8%A8%D8%B3%D9%87%D8%A7-%D8%A7%D9%84%D9%85%D8%B1%D8%A3%D8%A9
https://www.islamweb.net/ar/fatwa/153269/%D8%A7%D9%84%D8%B4%D8%B1%D9%88%D8%B7-%D8%A7%D9%84%D9%88%D8%A7%D8%AC%D8%A8-%D8%AA%D9%88%D8%A7%D9%81%D8%B1%D9%87%D8%A7-%D9%81%D9%8A-%D8%A7%D9%84%D8%B9%D8%A8%D8%A7%D8%A1%D8%A9-%D8%A7%D9%84%D8%AA%D9%8A-%D8%AA%D9%84%D8%A8%D8%B3%D9%87%D8%A7-%D8%A7%D9%84%D9%85%D8%B1%D8%A3%D8%A9
العباءة الشرعية للمرأة وهي [ الجلباب ] : هي ما تحقق فيها قصد الشارع من كمال الستر والبعد عن الفتنة ، وبناء على ذلك فلا بد لعباءة المرأة أن تتوفر فيها الأوصاف الآتية
Pakaian syar'i yang mesti dikenakan oleh muslimah yakni jilbab adalah pakaian yang dapat mewujudkan maksud Syariah berupa tertutupnya badan secara sempurna dan menjauhkan dari fitnah, berdasarkan hal tersebut maka pakaian syar'i muslimah harus memenuhi kriteria-kriteria berikut ini :
أولا : أن تكون سميكة لا تظهر ما تحتها ، ولا يكون لها خاصية الالتصاق
1. harus tebal sehingga tidak menampakkan apapun yang ada di baliknya, tidak menempel pada tubuh (tidak ketat).
ثانيا : أن تكون ساترة لجميع الجسم ، واسعة لا تبدي تقاطيعه
2. harus menutupi seluruh tubuh, kemudian longgar sehingga tidak memperlihatkan body muslimah.
ثالثا : أن تكون مفتوحة من الأمام فقط ، وتكون فتحة الأكمام ضيقة
3. dapat dibuka hanya pada bagian depan saja, kemudian lengan jilbab tidak boleh longgar.
رابعا : ألا يكون فيها زينة تلفت إليها الأنظار ، وعليه فلا بد أن تخلو من الرسوم والزخارف والكتابات والعلامات
4. tidak boleh ada hiasan sehingga dapat menarik perhatian, tidak boleh ada gambar-gambar, ornamen-ornamen, tulisan-tulisan, dan logo-logo.
خامسا : ألا تكون مشابهة للباس الكافرات أو الرجال
5. tidak boleh menyerupai pakaian wanita-wanita kafir serta laki-laki.
سادسا : أن توضع العباءة على هامة الرأس ابتداء
6. jilbab dipasang dari atas kepala sejak awal.
Berdasarkan syarat nomor 6 ini maka pakaian syar'i muslimah (jilbab) menurut Fatwa Lajnah Daimah adalah satu kain terusan panjang semacam gamis/baju kurung dimulai dari kepala sampai kaki.
Meskipun demikian, jika ada ulama-ulama lain atau lembaga lain yang memaknai jilbab dengan selain yang telah disebutkan, maka harus diterima dengan hati yang lapang. Jangan sampai kita kaum muslimin saling ejek, saling cela, saling hina karena perbedaan pendapat.
Demikian pembahasan ringkas terkait hal ini. Semoga bermanfaat.
والله تعالى أعلم بالصواب
Posting Komentar untuk "Jilbab Dan Syarat-Syaratnya Menurut Fatwa Lajnah Daimah"