Benarkah Ada Nabi Dari Kalangan Wanita? Siapa Saja?
Yurifa Iqbal, Lc
Berkaitan dengan syarat kenabian haruskah dari kalangan laki-laki saja ataukah bisa dari kalangan wanita adalah perkara yang diperselisihkan oleh para ulama ahli ilmu. Mereka terbelah menjadi dua pandangan.
Setidaknya ada dua kitab yang bisa kita simak dalam pembahasan ini.
Di dalam kitab
نظم الفرائد و جمع الفوائد في بيان المسائل التي وقع فيها الاختلاف بين الماتريدية والأشاعرة في العقائد
pada halaman 227 disampaikan :
ذهب مشايخ الحنفية إلى أن الذكورة شرط النبوة
Para masyayikh (ulama-ulama) madzhab Maturidiyah berpandangan bahwa jenis kelamin laki-laki adalah syarat kenabian (sehingga tentu saja tidak ada nabi dari kalangan wanita).
وذهب الشيخ الأشعري و من تابعه إلى أنها ليست شرطا لها بل صح نبوة النساء
Sedangkan Imam Abul Hasan Al Asy'ari dan para ulama yang mengikuti pendapatnya berpandangan bahwa jenis kelamin laki-laki bukanlah syarat kenabian bahkan bisa saja dan sah-sah saja ada nabi dari kalangan wanita.
Sedangkan pandangan madzhab Atsariyah dalam pembahasan ini dapat kita jumpai di dalam kitab
لوامع الأنوار البهية وسواطع الأسرار الأثرية لشرح الدرة المضية في عقد الفرقة المرضية
juz 2 halaman 265 dan 266 :
وشرط من أكرمه الله بالنبوة أيضا " ذكورة " أي: أن يتصف بالذكورية لقوله تعالى ﴿وما أرسلنا من قبلك إلا رجالا نوحي إليهم﴾ [يوسف: ١٠٩] فأثبت الرسالة للرجال الموحى إليهم وأشعر بنفي ذلك عن غيرهم، فلا تكون أنثى نبية
Syarat orang yang mendapat kemuliaan dari Allah berupa predikat kenabian haruslah laki-laki, yakni berjenis kelamin laki-laki tidak bisa perempuan berdasarkan firman Allah dalam Quran surat Yusuf ayat 19 : [Kami tidaklah mengutus sebelum engkau melainkan kalangan laki-laki yang Kami berikan wahyu pada mereka].
Maka Allah menetapkan bahwa risalah kenabian hanya untuk kalangan laki-laki, Allah juga telah menginformasikan bahwa tidak adanya risalah kenabian yang diberikan pada kalangan wanita, sehingga tidak ada nabi dari kalangan wanita.
Jadi berdasarkan keterangan diatas telah jelas bahwa menurut madzhab Maturidiyah dan Atsariyah nabi harus dari kalangan laki-laki.
Sedangkan Imam Abul Hasan Al Asy'ari dan para ulama yang mengikuti pendapatnya berpandangan bahwa nabi bisa saja dari kalangan wanita.
Lalu jika diandaikan memang ada nabi dari kalangan wanita menurut satu pendapat ulama ahli ilmu, maka siapa saja nama mereka?
Di dalam kitab
فتح الباري بشرح البخاري - ط السلفية
juz 6 halaman 537 disampaikan :
نقل عن الأشعري أن في النساء عدة نبيات، وحصرهن ابن حزم في ست، حواء وسارة وهاجر وأم موسى وآسية ومريم
Telah dinukil dari Imam Abul Hasan Al Asy'ari bahwa sesungguhnya ada beberapa nabi dari kalangan wanita. Imam Ibn Hazm membatasi hanya ada 6 nabi wanita yakni :
- Hawa
- Sarah
- Hajar
- Ummu Musa (Ibunya Nabi Musa)
- Asiah
- Maryam
وأسقط القرطبي سارة وهاجر
Namun Imam Al Qurthubi mengeliminasi/menghilangkan Sarah dan Hajar dari kalangan nabi wanita.
Demikian pembahasan ringkas terkait hal ini. Semoga bermanfaat.
الله أعلم بالصواب
Posting Komentar untuk "Benarkah Ada Nabi Dari Kalangan Wanita? Siapa Saja?"