Fakir Miskin Menjual Daging Qurbannya, Bolehkah?
Yurifa Iqbal, S.Si
Diantara pembahasan fiqih qurban yang sering ditanyakan oleh sebagian kaum muslimin serta dibahas oleh para ustaz adalah apakah daging qurban yang telah diterima boleh dijual lagi atau tidak boleh? Apalagi di tengah himpitan ekonomi dan menurunnya daya beli umat.
Dalam literatur fiqih madzhab Imam Asy Syafii, fakir Miskin apabila mereka telah memiliki daging qurban maka mereka boleh untuk menjualnya.
Sedangkan orang yang berqurban haram hukumnya menjual apapun dari hewan qurbannya. Mereka tidak boleh menjual daging, kulit, lemak, tulang, atau apapun yang merupakan bagian dari hewan qurbannya.
Berikut beberapa nukilan dalam kitab fiqih madzhab Imam Asy Syafii yang bisa kita baca berkaitan dengan bahasan ini.
Di dalam kitab
مغني المحتاج إلى معرفة معاني ألفاظ المنهاج
juz 6 halaman 135 disampaikan :
ويشترط في اللحم أن يكون نيئا ليتصرف فيه من يأخذه بما شاء من بيع وغيره كما في الكفارات، فلا يكفي جعله طعاما ودعاء الفقراء إليه؛ لأن حقهم في تملكه لا في أكله
Dan disyaratkan daging qurban yang dibagikan kepada fakir miskin dalam keadaan mentah agar fakir miskin boleh melakukan tasharruf (tindakan ekonomi) terhadap daging qurban yang mereka terima sesuai kehendak mereka berupa menjual daging qurban atau tindakan ekonomi lainnya sebagaimana kebolehan dalam kasus harta kafarah, maka tidak sah kalau daging qurban dijadikan makanan yang dimasak kemudian mengundang fakir miskin makan-makan, dikarenakan hak fakir miskin adalah memiliki (hak milik) daging qurban bukan makan.
Lalu di dalam kitab
الحاوي الكبير في فقه مذهب الإمام الشافعي وهو شرح مختصر المزني
juz 15 halaman 119 – 120 disampaikan :
وأما الفقراء فعلى المضحي أن يدفع إليهم منها لحما، ولا يدعوهم لأكله مطبوخا، لأن حقهم في تملكه دون أكله ليصنعوا به ما أحبوا
Adapun bagi fakir miskin, maka orang yang berqurban wajib menyerahkan daging qurbannya kepada fakir miskin. Orang yang berqurban tidak boleh mengundang fakir miskin untuk makan daging qurban yang sudah dimasak, dikarenakan hak fakir miskin adalah memiliki (hak milik) bukan makan, supaya fakir miskin bisa berbuat apapun yang mereka kehendaki terkait daging qurban tersebut.
فإذا أخذوه لحما جاز لهم بيعه كما يجوز لهم بيعه ما أخذوه من الزكوات والكفارات
Apabila fakir miskin telah menerima dan memiliki daging qurban maka mereka boleh menjualnya, sebagaimana mereka juga boleh menjual harta zakat atau harta kafarah yang telah mereka terima dan miliki.
Kemudian di dalam kitab
بحر المذهب في فروع المذهب الشافعي
juz 4 halaman 215 disampaikan :
قال في الحاوي: أما بيع لحم الأضحية فلا يجوز في حق المضحي لقول الله تعالى: ﴿فكلوا منها وأطعموا البائس الفقير﴾ [الحج: ٢٨]
Dalam kitab Al Hawi disampaikan orang yang berqurban tidak diperbolehkan menjual daging qurban berdasarkan firman Allah dalam Quran surat Al Hajj ayat 28 : maka makanlah sebagian daripadanya dan sebagian lagi berikan agar bisa dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir miskin.
فنص على أكله وإطعامه، فدل على تحريم بيعه
Ayat ini telah menjelaskan boleh makan serta memberi makan daging qurban, sehingga dari ayat ini juga kita ketahui haram hukumnya bagi orang yang berqurban untuk menjual daging qurbannya.
Tersisa satu bahasan lagi, yaitu bagi orang kaya atau berkecukupan apakah boleh menjual daging qurban?
Maka di dalam kitab
الفقه المنهجي على مذهب الإمام الشافعي رحمه الله تعالى
juz 1 halaman 235 disampaikan :
إلا أن ما يعطي للغني منها ما يكون على سبيل الهدية للأكل، فليس لهم أن يبيعوها، وما يعطي للفقير يكون على وجه التمليك، يأكلها أو يتصرف بها كما يشاء
Hanya saja, daging qurban yang diberikan kepada orang kaya atau berkecukupan adalah hadiah yang hanya boleh untuk dimakan, orang kaya atau berkecukupan tidak diperbolehkan menjual daging qurban yang mereka terima, sedangkan daging qurban yang diberikan kepada fakir miskin merupakan hak kepemilikan (hak milik) dimana mereka bisa saja memakan daging qurban atau melakukan tindakan ekonomi apapun yang mereka kehendaki (seperti dijual lagi).
Kesimpulannya, fakir miskin boleh menjual daging qurban yang mereka terima. Adapun orang yang berqurban dan orang kaya atau berkecukupan tidak diperbolehkan menjual daging qurbannya.
Demikian pembahasan ringkas terkait hal ini. Semoga bermanfaat.
والله تعالى أعلم بالصواب
Posting Komentar untuk "Fakir Miskin Menjual Daging Qurbannya, Bolehkah?"