Qadha Puasa Ramadhan di 8 atau 9 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah
Yurifa Iqbal, S.Si.
Diantara puasa Sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan adalah berpuasa pada 8 atau 9 hari pertama bulan Dzulhijjah.
Di dalam kitab
أنوار المسالك شرح عمدة السالك وعدة الناسك
halaman 163 disampaikan :
ويندب صوم الإثنين والخميس و عشر ذي الحجة أي الثمانية منه بالنسبة للحاج و التسعة لغيره
Disunnahkan berpuasa di hari Senin, Kamis serta sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah yaitu puasa sunnah di 8 hari pertama Dzulhijjah bagi para jamaah haji atau 9 hari pertama Dzulhijjah bagi selain jamaah haji.
Lalu jika qadha puasa Ramadhan diniatkan sekaligus dengan puasa Sunnah pada 8 atau 9 hari pertama Dzulhijjah apakah diperbolehkan?
Memanh, bagi siapapun yang tidak berpuasa pada bulan Ramadhan karena ada udzur semisal wanita haid atau nifas, sebab sakit, atau sebab safar maka sudah jelas bahwa dia harus menqadhanya di bulan-bulan lainnya.
Yang lebih afdhol bagi siapapun yang tidak berpuasa Ramadhan karena ada udzur tersebut adalah dia melakukan puasa qadha Ramadhan terlebih dahulu baru kemudian berpuasa sunnah di awal bulan Dzulhijjah atau puasa Sunnah lainnya.
Akan tetapi, apabila seorang muslim melakukan puasa qadha Ramadhan di 8 atau 9 hari pertama bulan Dzulhijjah dan dia meniatkan dua puasa sekaligus (qadha Ramadhan & puasa sunnah awal Dzulhijjah), maka dia akan mendapatkan pahala in Syaa Allaah. Karena yang menjadi tujuan adalah adanya ibadah puasa di 8 atau 9 hari pertama bulan Dzulhijjah ini. Begitu juga jika dia meniatkan puasa qadha Ramadhan dan puasa Sunnah Arafah 9 Dzulhijjah misalnya, maka puasanya sah dan in Syaa Allaah dia akan mendapatkan pahala dari Allah.
Ini semisal dengan orang yang masuk ke dalam Masjid kemudian melakukan shalat qabliyah zhuhur dengan niat shalat qabliyah zhuhur dan niat shalat tahiyatul Masjid. Maka dia juga akan mendapatkan pahala shalat tahiyatul Masjid!
Di dalam kitab
أسنى المطالب في شرح روض الطالب
juz 1 halaman 431 disampaikan :
أفتى البارزي بأن من صام عاشوراء مثلا عن قضاء أو نذر حصل له ثواب يوم عاشوراء ووافقه الأصفوني والفقيه عبد الله الناشري والفقيه علي بن إبراهيم بن صالح الحضرمي وهو المعتمد
Imam Al Barizi telah memfatwakan siapa saja yang berpuasa qadha atau puasa nadzar di hari Asyura maka dia tetap memperoleh pahala Asyura. Fatwa tersebut juga didukung oleh Al Allamah Al Asfuni, Al Faqih Abdullah An Nasyiri, dan Al Faqih Ali bin Ibrahim bin Shalih Al Hadrami. Dan inilah pandangan resmi madzhab Imam Syafi'i (Mu'tamad Syafi'iyah).
Kesimpulannya adalah jika seseorang berpuasa dengan niat qadha puasa dan sekaligus puasa Sunnah semisal puasa Arafah, maka akan mendapatkan dua pahala yakni pahala fardhu (qadha puasa) dan pahala Sunnah (puasa Arafah).
Mari bagi yang masih punya tanggungan qadha Ramadhan bisa dilakukan di 8 atau 9hari awal bulan Dzulhijjah ini. Lebih-lebih puasa di tanggal 9 Dzulhijjah (puasa Sunnah Arafah). Niatkan untuk puasa qadha Ramadhan sekaligus puasa Sunnah Arafah.
Demikian pembahasan ringkas terkait hal ini. Semoga bermanfaat.
والله تعالى أعلم بالصواب
Posting Komentar untuk "Qadha Puasa Ramadhan di 8 atau 9 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah"