Imam Shalat Dalam Keadaan Duduk, Para Makmum Ikut Duduk, Benarkah?
Yurifa Iqbal, S.Si
Jawabannya adalah benar, ini merupakan salah satu riwayat dari Imam Ahmad bin Hanbal dan menjadi official resmi madzhab Hanabilah.
Madzhab Hanabilah berpandangan bahwa makmum disunnahkan ikut shalat dalam keadaan duduk, hukumnya sunnah dan tidak wajib. Sedangkan kalau para makmum shalat dalam keadaan berdiri dan imam shalat dalam keadaan duduk maka hukumnya sah dan sudah mencukupi.
Penjelasan Hanabilah ini dapat kita jumpai di dalam kitab
الإنصاف في معرفة الراجح من الخلاف - ت التركي
juz 4 halaman 377 dimana dalam kitab ini disampaikan :
قوله: ويصلون وراءه جلوسا. هذا المذهب بلا ريب، وعليه أكثر الأصحاب. وجزم به في «المحرر»، و«الوجيز»، وغيرهما
Para makmum ikut shalat dalam keadaan duduk mengikuti imam yang shalat dalam keadaan duduk. Inilah pandangan resmi madzhab Hanabilah tanpa ada keraguan sedikitpun. Kebanyakan ulama Ashab Hanabilah berpandangan seperti ini. Hal ini ditegaskan dalam kitab Al Muharrar, kitab Al Wajiz, dan kitab-kitab lainnya.
وهو من المفردات
Ini adalah pandangan khas madzhab Hanabilah.
Kemudian terdapat penjelasan lanjutan bagaimana kalau para makmum shalat dalam keadaan berdiri? Masih dalam kitab yang sama pada halaman 379 disampaikan :
فإن صلوا قياما صحت صلاتهم في أحد الوجهين
Apabila para makmum shalat dalam keadaan berdiri sedangkan imam shalat dalam keadaan duduk, maka shalat para makmum tetap dihukumi sah dan mencukupi berdasarkan salah satu pendapat di dalam internal madzhab Hanabilah.
Kemudian pandangan madzhab Hanabilah ini dapat juga kita temukan dalam Fatawa Syabakah Islamiyah
فتاوى الشبكة الإسلامية. Berikut nukilannya :
قال الحنابلة: فلو صلوا خلفه قيامًا، ففي صحة صلاتهم وجهان، والمذهب أنها تصح، وأن الجلوس مندوب
Madzhab Hanabilah berpandangan apabila para makmum shalat dalam keadaan berdiri sedangkan imam shalat dalam keadaan duduk, maka ada 2 pandangan berkaitan dengan apakah teranggap sah shalat para makmum, pandangan official resmi madzhab Hanabilah shalat para makmum dalam keadaan berdiri dihukumi sah. Sesungguhnya shalat para makmum dalam keadaan duduk ketika imam shalat dalam keadaan duduk hukumnya sunnah.
وأما إن ابتدأ بهم قائمًا ثم اعتل فجلس، فيجب على المأمومين أن يصلوا قيامًا، هذا مذهب الحنابلة، وهو الذي يدل عليه فعل أصحاب النبي ﷺ حين ابتدأ بهم أبو بكر الصلاة قائمًا، ثم ائتم أبو بكر والصحابة برسول الله ﷺ وهو جالس، مع إكمالهم صلاتهم قيامًا
Adapun apabila imam memulai shalat dalam keadaan berdiri, kemudian imam jatuh sakit sehingga imam kemudian shalat dalam keadaan duduk, maka para makmum wajib tetap shalat dalam keadaan berdiri, inilah pandangan madzhab Hanabilah, dalilnya adalah perbuatan sahabat Rasulullah Muhammad ﷺ ketika Abu Bakar mulai mengimami shalat para sahabat dalam keadaan berdiri, kemudian Abu Bakar dan para sahabat shalat bermakmum kepada Rasulullah Muhammad ﷺ sedangkan Rasulullah Muhammad ﷺ shalat dalam keadaan duduk sementara para sahabat menyempurnakan shalat tetap dalam keadaan berdiri.
Demikian pembahasan ringkas terkait hal ini. Semoga bermanfaat.
والله تعالى أعلم بالصواب
Posting Komentar untuk "Imam Shalat Dalam Keadaan Duduk, Para Makmum Ikut Duduk, Benarkah?"